23/02/12

KETAHUI AHMADIYAH


Membongkar Kesesatan Dan Kedustaan Ahmadiyah
============================================
1.Aliran Ahmadiyah-Qadiyani itu berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi dan Rasul, kemudian barang siapa yang tidak 
mempercayainya adalah kafir murtad
2.Ahmadiyah-Qadiyani memang mempunyai Nabi dan Rasul sendiri yaitu Mirza Gulam Ahmad dari India.
3.Ahmadiyah-Qadiyan mempunyai kitab suci sendiri yaitu kitab suci
"Tadzkirah"
4.Kitab suci"Tadzkirah" tersebut adalah kumpulan wahyu yang 
diturunkan "tuhan" kepada Mirza Ghulam Ahmad yang kesuciannya sama dengan kitab suci Al-Qur'an, karena sama-sama wahyu dari Tuhan, tebalnya lebih tebal dari Al-Qur'an, dan kitab suci Ahmadiyah 
tersebut ada di kantor LPPI
5.Kalangan Ahmadiyah mempunyai tempat suci tersendiri untuk melakukan ibadah haji yaitu Rabwah dan Qadiyan di India. Mereka mengatakan: "Alangkah celakanya orang yang telah melarang dirinya bersenang-senang dalam haji akbar ke Qadiyan. Haji ke Makkah tanpa haji ke Qadiyan adalah haji yang kering lagi kasar". Dan selama 
hidupnya "nabi" Mirza  tidak pernah haji ke Makkah
6.Kalau dalam keyakinan umat Islam para nabi dan rasul yang wajib
dipercayai hanya 25 orang, dalam ajaran Ahmadiyah Nabi dan Rasul yang wajib dipercayai harus 26 orang, dan Nabi dan Rasul yang ke-26
tersebut adalah "Nabi Mirza Ghulam Ahmad"
7.Dalam ajaran Islam, kitab samawi yang dipercayai ada 4 buah yaitu:
Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur'an. Tetapi bagi ajaran Ahmadiyah
Qadiyan bahwa kitab suci yang wajib dipercayai harus 5 buah dan kitab suci yang ke-5 adalah kitab suci "Tadzkirah" yang diturunkan kepada “Nabi Mirza Gulam Ahmad”.
8.Orang Ahmadiyah mempunyai perhitungan tanggal, bulan dan tahun
sendiri. Nama bulan Ahmadiyah adalah: 1. Suluh 2. Tabligh 3. Aman 4.
Syahadah 5. Hijrah 6. Ihsan 7. Wafa 8. Zuhur 9. Tabuk 10. Ikha' 11.
Nubuwah 12. Fatah. Sedang tahunnya adalah Hijri Syamsi yang biasa
mereka singkat dengan H.S. Dan tahun Ahmadiyah saat ini adalah tahun1373 H.S (1994 M atau 1414 H). Kewajiban menggunakan tanggal, bulan dan tahun Ahmadiyah tersendiri tersebut di atas perintah khalifah Ahmadiyah yang kedua yaitu Basyiruddin Mahmud Ahmad
9.Berdasarkan firman "tuhan" yang diterima oleh "nabi" dan "rasul"
Ahmadiyah yang terdapat dalam kitab suci "Tadzkirah" yang artinya:

"Dialah tuhan yang mengutus rasulnya "Mirza Ghulam Ahmad" dengan
membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkanya
atas segala agama-agama semuanya.("kitab suci Tadzkirah" hal. 621)
      Berdasarkan keterangan yang ada dalam kitab suci Ahmadiyah di atas BAHWA AHMADIYAH BUKAN SUATU ALIRAN DALAM ISLAM, TETAPI MERUPAKAN 
SUATU AGAMA YANG HARUS DIMENANGKAN TERHADAP SEMUA AGAMA-AGAMA LAINNYA
TERMASUK AGAMA ISLAM
10.Ahmadiyah mempunyai nabi dan rasul sendiri, kitab suci sendiri,
tanggal, bulan dan tahun sendiri, tempat untuk haji sendiri serta
khalifah sendiri yang sekarang khalifah yang ke-4 yang bermarkas di
Inggris bernama: Thahir Ahmad. Semua anggota Ahmafiyah di seluruh
dunia wajib tunduk dan taat tanpa reserve pada perintah dia. Orang di
luar Ahmadiyah adalah kafir dan wanita Ahmadiyah haram kawin dengan laki-laki di luar Ahmadiyah. Jika tidak mau menerima Ahmadiyah tentu mengalami kehancuran.
11.Berdasarkan "ayat" kitab suci Ahmadiyah "Tadzkirah" bahwa tugas 
dan fungsi Nabi Muhammad saw sebagai nabi dan rasul yang dijelaskan oleh kitab suci umat Islam Al-Qur'an, dibatalkan dan diganti 
oleh "nabi" orang Ahmadiyah Mirza Ghulam Ahmad
11.1. Firman "tuhan" dalam "kitab suci" Tadzkirah:
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab suci'Tadzkirah" 
ini dekat dengan Qadiyan-India. Dan dengan kebenaran Kami 
menurunkannya dan dengan kebenaran dia turun." ("kitab suci" 
Tadzkirah hal.637)
11.2. Firman "tuhan" dalam "kitab suci" Tadzkirah: Artinya: "Katakanlah-wahai Mirza Ghulam Ahmad-jika kamu benar-benar
mencintai Allah, maka ikutilah aku" "kitab suci" Tadzkirah hal. 630)
11.3.Firman "tuhan" dalam "kitab suci" Tadzkirah Artinya: "Dan Kami 
tidak mengutus engkau-wahai Mirza Ghulam Ahmad-kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam". (kitab suci "Tadzkirah" hal. 634)
11.4. Firman "tuhan" dalam kitab suci "Tadzkirah":
Artinya: "Katakan wahai Mirza Ghulam Ahmad-sesungguhnya aku ini
manusia biasa seperi kamu, hanya diberi wahyu kepadaku".("kitab suci
Tadzkirah hal. 633)
11.5. Firman "tuhan" dalam "kitab suci" Tadzkirah:
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu - wahai Mirza Ghulam Ahmad - kebaikan yang banyak" ("kitab suci" Tadzkirah hal.652)
11.6. Firman "tuhan" dalam "kitab suci" Tadzkirah: Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menjadikan engkau - wahai Mirza
Ghulam Ahmad - imam bagi seluruh manusia" ("kitab suci" Tadzkirah hal. 630)
11.7. Firman "tuhan" dalam "kitab suci" "Tadzkirah": Artinya: "Oh, pemimpin sempurna, engkau - wahai Mirza Ghulam Ahmad -
seorang dari rasul, yang menempuh jalan betul, diutus oleh Yang Maha Kuasa, Yang Rahim" ("kitab suci" Tadzkirah hal. 658-659)
11.8. Firman "tuhan" dalam "kitab suci" Tadzkirah:
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam lailatul qadr" (kitab suci Tadzkirah hal. 519)
11.9. Firman "tuhan" dalam "kitab suci" Tadzkirah: Artinya: "Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar tetapi Allah-lah yang melempar. (Tuhan) Yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al-Qur'an" ("kitab suci" Tadzkirah hal.620)
    Dan masih banyak lagi ayat-ayat kitab suci Al-Qur'an yang dibajaknya. Ayat-ayat "kitab suci" Ahmadiyah Tadzkirah yang dikutip di atas, adalah penodaan dan bajakan-bajakan dari kitab suci Umat Islam
Al-Qur'an. Dan Mirza Ghulam Ahmad mengaku pada umatnya -orang 
Ahmadiyah-bahwa ayat-ayat tersebut adalah wahyu yang dia terima 
dari "tuhannya" di INDIA.

12. PENODAAN AGAMA DAN HUKUMNYA
12.1 Pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana diadakan pasal baru yang
berbunyi sbb:
PASAL 56 a:
Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun, barang 
siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau 
melakukan perbuatan:
a. yang pokoknya bersifat permusuhan. Penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama di Indonesia.
12.2 Surat edaran Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji Nomor
D/BA.01/3099/84 tanggal 20 September 1984, a.l.:
2. Pengkajian terhadap aliran Ahmadiyah menghasilkan bahwa
Ahmadiyah-Qadiyan dianggap menyimpang dari Islam karena mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, sehingga mereka percaya bahwa Nabi Muhammad saw bukan nabi terakhir.
13.1. Malaysia telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Malaysia
sejak tanggal 18 Juni 1975.
13.2. Brunei Darussalam juga telah melarang ajaran Ahmadiyah di
seluruh Brunei Darussalam.

13.3. Rabithah `Alam Islami yang berkedudukan di Makkah telah
mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan KELUAR DARI  ISLAM.
13.4. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan keputusan
bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan TIDAK BOLEH pergi haji ke Makkah.
13.5. Pemerintah Pakistan telah mengeluarkan keputusan bahwa 
Ahmadiyah adalah golongan MINORITAS NON MUSLIM.

14. K E S I M P U L A N

a."Ahmadiyah sebagai perkumpulan atau jemaat didirikan oleh Mirza
Ghulam Ahmad di Qadiyan - INDIA (sekarang Pakistan) tahun 1889,
yang karena perbedaan pandangan tentang penerus kepemimpinan dalam Ahmadiyah dan ketokohan pendirinya berkembang dua aliran, yaitu Anjuman Ahmadiyah (Ahmadiyah Qadiyan) dan Anjuman Ishaat Islam Lahore (Ahmadiyah Lahore).Kedua aliran tersebut mengakui kepemimpinan dan mengikuti ajaran serta paham yang bersumber pada ajaran Mirza Ghulam Ahmad.
b.Jemaat Ahmadiyah masuk dan berkembang di Indonesia sejak tahun
1920-an dengan menamakan diri Anjuman Ahmadiyah Qadiyan Departemen Indonesia dan kemudian dinamakan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)  yang dikenal dengan Ahmadiyah Qadiyan, dan Gerakan Ahmadiyah Lahore Indonesia (GIA) yang dikenal dengan Ahmadiyah Lahore.
c.Mirza Ghulam Ahmad mengaku telah menerima wahyu, dan dengan wahyu itu dia diangkat sebagai nabi, rasul, al-Masih Mau`ud dan Imam Mahdi. Ajaran dan faham yang dikembangkan oleh pengikut Jemaat Ahmadiyah Indonesia khususnya terdapat penyimpangan dari ajaran Islam berdasarkan Al-Qur`an dan Al-Hadits yang menjadi keyakinan umat Islam umumnya, antara lain tentang kenabian dan kerasulan Mirza Ghulam Ahmad sesudah Rasulullah saw.(BALITBANG DEPAG RI, Jakarta, 1995 hal.
19,20,21)

P E N U T U P

Sebagai penutup brosur ini, kami kutip sebuah ayat Al-Qur`an yang
mengancam orang yang mengaku menerima wahyu serta menulis kitab dengan tangannya sendiri, kemudian dikatakannya dari Allah swt 
dengan dusta yang amat keji seperti yang dilakukan oleh "nabi" Mirza 
di atas.

Allah swt berfirman:
"Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab
dengan tangan mereka sendiri lalu dikataknnya: "Ini dari Allah",
(dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan
perbuatan itu. Maka kecelakaanlah bagi mereka, akibat dari apa yang 
ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi
mereka akibat dari apa yang mereka kerjakan. (Q.S. Al-Baqarah 79)

6 PRINSIP AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH

Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah setiap orang dari manapun asalnya yang mengikuti ajaran Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya baik dalam hal keyakinan, amalan maupun ucapan.
Ada enam prinsip utama yang membedakan antara Ahlus Sunnah al Jamaah dan golongan lain.

Pinsip Ahlusunnah yang pertama:
Ikhlas dalam Beribadah

Ikhlas menurut arti bahasa: membersihkan atau memurnikan sesuatu dari kotoran. Sedangkan menurut istilah syar’i, ikhlas adalah membersihkan dan memurnikan ibadah dari segala jenis kotoran syirik.
Setelah diketahui pengertian ikhlas menurut pengertian syar’i, dapat diambil kesimpulan bahwa orang dikatakan ikhlas dalam beribadah apabila ia bertauhid dan meninggalkan segala jenis syirik.
Perlu diketahui, bahwa seseorang itu dikatakan bertauhid apabila meyakini dengan mantap tiga jenis tauhid dan meninggalkan dua jenis syirik. Lalu apa saja tiga jenis tauhid yang harus diyakini?
Tauhid yang pertama: Tauhid Rububiyyah, maksudnya kita harus yakin bahwa yang mencipta, yang memberi rezeki dan yang mengatur alam semesta hanya Allah Ta’ala tidak ada sekutu bagi-Nya.
Tauhid yang kedua: Tauhid Uluhiyyah, maksudnya yakin bahwa yang berhak disembah dan diberikan segala bentuk peribadatan hanyalah Allah Ta’ala tidak ada sekutu bagi-Nya.
Tauhid yang ketiga: Tauhid Asma’ wa Sifat, maksudnya kita harus yakin bahwa Allah Ta’ala memiliki Nama dan Sifat yang Mulia dan tidak sama dengan makhluk-Nya. Kita harus meyakini seluruh Nama dan Sifat Allah yang ada di dalam Alquran dan Assunnah apa adanya.
Setelah meyakini ketiga jenis tauhid ini, maka wajib meninggalkan dua jenis syirik yang menjadi musuh bagi orang-orang yang bertauhid.
Syirik yang pertama disebut Syirik Akbar, yaitu syirik yang menyebabkan pelakunya keluar dari Islam. Syirik jenis ini amat banyak jumlah dan macamnya, di antaranya adalah: meyakini ada yang mencipta dan yang mengatur alam ini selain Allah Ta’ala, meminta rejeki atau jodoh kepada orang yang telah mati atau kepada jin, menolak sebagian atau seluruh Nama dan Sifat Allah Ta’ala dan masih banyak bentuk lainnya.
Syirik yang kedua disebut Syirik Asyghar, yaitu syirik kecil yang tidak menyebabkan pelakunya dikeluarkan dari Islam. Namun dosanya lebih besar daripada dosa zina, dosa mencuri atau kemaksiatan lainnya. Di antara amalan yang termasuk jenis syirik ini adalah riya’ (ingin dilihat oleh orang ketika beribadah), sum’ah (ingin didengar ibadahnya oleh orang lain), bersumpah dengan nama selain Allah, memakai jimat dengan keyakinan bahwa kekuatannya bersumber dari Allah. Untuk yang satu ini bila diyakini bahwa sumber kekuatan itu dari jimatnya, maka sudah termasuk Syirik Akbar. Dan masih banyak lagi macamnya.
Siapa saja yang telah meyakini tiga jenis tauhid dan meninggalkan dua jenis syirik ini, maka dia telah ikhlas dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. Inilah prinsip utama Ahlus Sunnah wal Jamaah yang terus diperjuangkan. Anda bisa melihat, mereka terus berdakwah menegakkan tauhid dan memberantas segala penyakit syirik walaupun banyak kalangan yang menentangnya, mereka memiliki dasar Alquran Surat Al-Bayyinah ayat 5 yang artinya: “Dan tidaklah mereka diperintah kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan cara ikhlas dalam melaksanakan agama-Nya dan Hanif (meninggalkan segala jenis syirik) ...”

Pinsip Ahlusunnah yang kedua:
Bersatu di atas Alquran dan Assunnah dengan pemahaman salaful ummah

Banyak aktivis Islam yang saat ini menyerukan persatuan umat. Ada yang menggunakan partai sebagai alat pemersatu, ada juga yang menggunakan suku bangsa bahkan ada juga yang menyatukan umat dengan slogan “yang penting muslim”, walaupun keyakinan dan prinsip hidupnya berbeda-beda. Akibatnya terjadi banyak perpecahan di kalangan mereka karena masing-masing memiliki kepentingan yang berbeda. Kalaupun secara dhohir mereka bersatu, banyak prinsip Alquran dan Assunnah yang dikorbankan dalam rangka menjaga persatuan antara mereka.
Ahlus Sunnah wal Jamaah memiliki prinsip persatuan yang mantap dan akan terus diperjuangkan. Apa itu? Yaitu bersatu di atas Al Quran dan Assunnah dengan pemahaman salaful ummah.
Mengapa harus bersatu diatas Alquran dan Assunnah? Karena ini memang perintah dari Allah dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah Ta’ala berfirman dalam surat Ali Imran ayat 103: “Dan berpegang teguhlah dengan tali Allah seluruhnya dan jangan kalian berpecah belah ...”

Ibnu Mas’ud radliyallahu ’anhu berkata: “Tali Allah artinya Kitabullah”. (Tafsir Ibnu Jarir dan lainnya)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku tinggalkan sesuatu untuk kalian. Bila kalian berpegang teguh dengannya maka kalian tidak akan tersesat selamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku.” (HR. Imam Malik, Al-Hakim dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Al-Misykah no: 186)
Bila ada yang berkomentar, “Banyak kelompok yang mengklaim dirinya di atas Alquran dan Assunnah, namun kenapa terjadi perbedaan prinsip dan cara pandang yang menyebabkan mereka terpecah belah?” Untuk menjawab pertanyaan ini cukup mudah, “Karena mereka memahami Alquran dan Assunnah dengan kemampuan akal yang disesuaikan dengan keinginan dan kepentingan kelompoknya”.
Lalu bagaimana seharusnya? Dalam memahami Alquran dan Assunnah wajib merujuk kepada pemahaman dan penjelasan dari Salaful Ummah. Siapa sebenarnya Salaful Ummah itu? Mereka adalah para shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang betul-betul paham maksud Al Quran dan Assunnah karena merekalah yang langsung mendengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Mengapa harus sesuai dengan pemahaman mereka, bukankah mereka juga manusia seperti kita? Karena mereka dan orang-orang yang mengikuti pemahaman mereka telah diridlai oleh Allah Ta’ala. Di dalam surat At-Taubah ayat 100 disebutkan yang artinya: “Generasi pertama dari kalangan shahabat Muhajirin dan Ashor serta orang-orang yang mengikuti jejak langkah mereka dengan baik, Allah ridla kepada mereka dan merekapun ridla kepada-Nya”.
Di samping itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga memerintahkan kita untuk mengikuti pemahaman para shahabat. “Sesungguhnya barang siapa yang masih hidup sepeninggalku nanti,ia akan melihat perbedaan prinsip yang banyak sekali, untuk itu wajib bagi kalian mengikuti sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk, peganglah erat-erat dan gigitlah dengan gigi geraham dan jauhilah perkara baru dalam agama, karena setiap perkara baru dalam agama itu bid’ah dan setiap bidah itu sesat.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shohih Sunan Abu Dawud no: 4607). Inilah prinsip persatuan umat yang harus dijadikan sebagai pegangan.
?Barang siapa yang menggunakan cara lain untuk menyatukan umat maka ia akan menuai kegagalan atau mungkin berhasil tetapi bersatu diatas kebatilan. Wallahu A’lam.


Prinsip Ahlusunah yang ketiga:
Larangan Memberontak dan Kewajiban Mentaati Penguasa Muslim yang Sah dalam hal yang ma’ruf (benar)

Menggulingkan kekuasaan pemerintah pada saat ini seolah-olah menjadi tujuan kebanyakan orang. Mereka ingin tokoh idolanya menjadi pemegang tampuk kekuasaan, lebih-lebih bila sang penguasa memiliki banyak kelemahan walaupun masih sah dan beragama Islam, mereka berusaha mati-matian untuk menggulingkan dengan mengatasnamakan rakyat dan keadilan. Ada juga yang memanfaatkan keadaan untuk merebut pangkat dan jabatan dengan cara membela sang penguasa habis-habisan bahkan membenarkan seluruh ucapan dan keputusan walaupun menyimpang jauh dari syari’at Islam. Lalu bagaimana prinsip Al Quran dan Assunnah menurut pemahaman salaful ummah dalam menyikapi sang penguasa ?
Allah berfirman dalam surat An-Nisa’ ayat 59 yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rosul dan Ulil Amri (pemimpin/penguasa muslim)...”
Syaikh As-Sa’di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan maksud ayat ini sebagai berikut:
“Allah memerintahkan untuk taat kepada Ulil Amri, mereka adalah pemimpin negara, hakim atau mufti (ahli fatwa). Karena urusan agama dan dunia tidak akan berjalan dengan baik melainkan dengan cara taat dan tunduk kepada Ulil Amri sebagai wujud taat kepada perintah Allah dan dalam rangka mengharap pahala dari-Nya. Akan tetapi dengan syarat penguasa tidak memerintah kita untuk berbuat maksiat. Bila diperintah untuk maksiat maka tidak ada ketaatan sedikitpun kepada makhluk untuk bermaksiat kepada Al-Khaliq. Barangkali inilah rahasia tidak disebutkannya fi’il amr (kata perintah) ketika Allah memerintahkan untuk taat kepada Ulil Amri dan sebaliknya disebutkan fi’il amr ketika memerintah untuk taat kepada Rasul-Nya. Karena beliau hanya memerintah untuk mentaati Allah, sehingga barang siapa yang mentaati beliau sama saja dengan mentaati Allah Ta’ala. Adapun Ulil Amri baru ditaati bila tidak memerintah untuk bermaksiat.”
Dalam hadits shahih disebutkan, dari Ubadah bin Shomit, Radiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengambil janji setia kepada kami, agar kami mendengar dan taat (kepada penguasa) baik dalam keadaan bersemangat atau lesu, dalam keadaan sulit atau mapan meskipun kami dizalimi, dan agar kami tidak menggulingkan kekuasaan lalu beliau bersabda: “Kecuali kalian melihat ada kekufuran yang nyata (pada penguasa) dan kalian memiliki dalil dari Allah dalam masalah tersebut.” (HR. Muslim/1709, Nasa’i dan lainnya)

Dari keterangan Al Quran dan Assunnah inilah, Ahlus Sunnah wal Jamaah berprinsip bahwa: Wajib bagi kita mentaati penguasa muslim yang sah dalam hal yang ma’ruf (bukan maksiat) dan haram menggulingkan kekuasaannya dengan alasan apapun kecuali memenuhi dua syarat yang telah dijelaskan oleh Syaikh Bin Baz rahimahullah setelah membawakan hadits di atas. Apa dua syarat tersebut?
Syarat pertama: Adanya kekufuran yang nyata pada diri sang penguasa dan kita menemukan dalil syar’i dalam masalah kekufuran tersebut.
Syarat kedua: Adanya kemampuan untuk menyingkirkan penguasa tersebut dengan cara yang tidak menimbulkan madlarat yang lebih besar.
Tanpa kedua syarat ini, maka tidak boleh! (Al-Ma’lum min Wajibil ‘Alaqoh Bainal Hakim wal Mahkum hal. 19)
?Wahai kaum muslimin, kembalilah kepada petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Wallahul musta’an.

Prinsip Ahlusunah yang keempat:
Menggapai Kemuliaan dengan Ilmu Syar’i

Kita semua sepakat bahwa tujuan hidup manusia di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah Ta’ala sebagaimana yang telah ditegaskan di dalam Al Quran surat Adz-Dzariyat ayat 56. Oleh sebab itu, merupakan keharusan bagi kita untuk mengerti, apa yang dimaksud ibadah itu? Apakah ibadah hanya sebatas shalat, puasa, haji atau yang lainnya? Ibnu Taimiyyah dalam kitabnya Al-’Ubudiyyah halaman 38 menjelaskan bahwa ibadah itu mencakup segala perkara yang dicintai dan diridlai Allah Ta’ala baik berupa ucapan merupakan perbuatan, baik yang nampak maupun yang tersembunyi.
Setelah kita mengerti makna ibadah, kita wajib mengerti macam-macam ibadah secara terperinci agar kita bisa menunaikan tugas dengan baik dan benar. Dari sini timbul pertanyaan, dari mana kita bisa mengetahui secara rinci macam-macam ibadah yang dicintai dan diridlai Allah Ta’ala? Mampukah akal kita menyimpulkan sendiri perincian tugas ibadah itu?
Untuk mengetahui secara rinci ibadah yang dicintai dan diridlai Allah Ta’ala tidak bisa disimpulkan dengan akal kita, tetapi harus ada petunjuk langsung dari Allah Ta’ala yang menugaskan kita untuk beribadah kepada-Nya. Petunjuk itu bernama Al Quran dan Assunnah yang telah dijelaskan secara rinci oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada para shahabatnya radliyallahu ‘anhu. Singkat kata, wajib bagi kita mempelajari Al Quran dan Assunnah agar kita bisa menunaikan tugas ibadah dengan baik dan benar. Perlu diketahui, bahwa Al Quran dan Assunnah itulah yang disebut Ilmu Syar’i sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma dan lainnya. Lihat “Al-Ilmu Asy-Syar’i” halaman 8-10 karya Abdurrahman Abul Hasan Al-’Aizuri.
Oleh sebab itu, siapa saja yang mempelajari ilmu syar’i dan mengamalkannya berarti ia telah menjalankan tugas ibadah dengan baik dan benar, barang siapa yang telah menunaikan tugas ibadah dengan baik, ia layak mendapat kemuliaan dan kehormatan dari Allah Ta’ala. Di dalam surat Al-Mujadalah ayat 11 disebutkan: “Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu diantara kalian.”

As-Sa’di rahimahullah dalam tafsirnya halaman 846 berkata: “Di dalam ayat ini terdapat keutamaan ilmu syar’i, dan buah dari ilmu itu adalah beradab dan beramal atas dasar ilmu tersebut.”
Dalam hadits shahih juga ditegaskan: “Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah mendapat kebaikan, maka Allah jadikan paham agama ini.”
Al-Hafidh Ibnu Hajar Al-Asqolani rahimahullah dalam Fathul Bari juz 1 halaman 222 menjelaskan : “Dari hadits ini dapat dipahami, bahwa orang-orang yang tidak paham agama dan dasar-dasarnya, ia tidak akan mendapat kebaikan sedikitpun”.
Ahlus Sunnah wal Jama’ah memahami hal ini, untuk itu mereka gigih dan bersemangat untuk mempelajari ilmu syar’i dan mengamalkannya dengan baik dan benar, mereka punya prinsip yang mantap dan mengagumkan, yakni Berilmu Sebelum Berkata dan Beramal, untuk menggapai kemuliaan. Wallahul musta’an.

Prinsip Ahlusunnah yang kelima:
Meyakini bahwa Wali Allah Adalah Orang yang Beriman dan Bertakwa

Bila kita amati sejenak keadaan umat, kita akan dapati satu masalah yang sangat memasyarakat di tengah mereka. Adegan-adegan luar biasa yang membuat sebagian orang merasa kagum, ada yang tidak mempan ditusuk senjata tajam, ada yang bisa makan beling seperti makan kerupuk, ada yang tidak penyet digilas mobil, ada yang kepalanya dipenggal lalu bisa langsung sambung dan yang sejenisnya.
Anehnya para penonton yang kebanyakan umat Islam banyak yang memberi gelar kehormatan “WALI ALLAH” kepada para pendekar kebanggaan mereka. Benarkah orang-orang sakti seperti itu disebut Wali Allah? Apa sebenarnya pengertian dan ciri-ciri Wali Allah menurut Al Quran dan As-Sunnah?
Allah Ta’ala telah berfirman yang artinya : “Ingatlah, sesungguhnya Wali Allah itu tidak akan takut dan bersedih hati, mereka adalah orang-orang yang beriman dan bertaqwa.” (QS. Yunus: 62)
Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya (2/422) menjelaskan: “Allah Ta’ala menyatakan bahwa wali-Nya adalah orang beriman dan bertaqwa, maka siapa saja yang benar-benar bertaqwa maka ia layak disebut wali Allah Ta’ala”.
Di dalam Al Quran banyak disebutkan ciri-ciri Wali Allah, diantaranya adalah :
Ciri pertama: Beriman dan bertaqwa (QS. Yunus : 62)
Ciri kedua: Mengikuti Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam (QS. Ali Imran : 31)
Ciri ketiga: Mencintai dan dicintai Allah Ta’ala karena mereka sayang kepada kaum muslimin dan tegas dihadapan orang kafir, mereka berjihad fii sabilillah dan tidak takut celaan apapun. (QS. Al-Maidah : 54)
Di dalam As-Sunnah As-Shohihah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Ar-Riqoq Bab At-Tawadlu’ (7/190) dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan ciri wali Allah, yaitu mereka rajin mengamalkan amalan-amalan sunnah setelah menunaikan amalan wajib.
Lalu, apakah hal-hal yang luar biasa yang terjadi pada diri seseorang itu termasuk ciri utama Wali Allah?
Perlu diketahui bahwa hal-hal yang luar biasa yang terjadi pada diri seseorang itu ada beberapa jenis:
1. Mu’jizat, terjadi pada nabi dan rasul.
2. Irhash, terjadi pada calon nabi dan rasul.
3. Karamah, terjadi pada wali Allah selain nabi dan rasul.
4. Istidroj atau sihir, terjadi pada wali syaithon.
Dari sini dapat diketahui bahwa Wali Allah itu kadang-kadang diberi hal-hal yang luar biasa dan ini disebut karamah, namun perlu diingat bahwa karamah ini bukan ciri utama Wali Allah dan tidak bisa dipelajari. Adapun adegan-adegan luar biasa yang saat ini semarak di masyarakat lebih condong kepada istidroj atau sihir dengan beberapa alasan :
Alasan pertama, pelakunya tidak memiliki ciri-ciri Wali Allah Ta’ala.
Alasan kedua, hal-hal yang luar biasa yang mereka tampilkan bisa dipelajari, terbukti mereka punya perguruan-perguruan yang mengajarkan seperti itu.
Singkat kata, Ahlus Sunnah wal Jama’ah berkeyakinan bahwa Wali Allah itu adalah orang yang berimana dan bertaqwa baik mendapat karamah maupun tidak, Wallahu A’lam.

Prinsip Ahlusunnah keenam :
Mensukseskan Gerakan Tashfiyah (pemurnian) & Tarbiyah (pendidikan)

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Yahya Al-Mu’allimi dalam kitabnya Fadhlullah As-Shomad (1/17) menyatakan, ada tiga penyebab perpecahan dan kelemahan kaum muslimin saat ini. Pertama: tidak bisa membedakan antara ajaran Islam yang murni dengan ajaran yang disusupkan ke dalam Islam. Kedua: kurang yakin dengan kebenaran Islam. Ketiga: tidak mengamalkan Islam secara utuh.
Benarlah apa yang pernah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para shahabatnya. Dari Abu Najih Al-’Irbadl bin Sariyah radliyallahu ‘anhu ia bercerita: “Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi nasehat kepada kita, nasehat itu membuat hati bergetar: “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sepertinya nasehat ini adalah nasehat perpisahan, untuk itu berilah kami wasiat!” Maka beliaupun bersabda: “Aku wasiatkan kepada kalian agar tetap bertaqwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan tetap mendengar dan taat (dalam hal yang baik - pent) walaupun kalian diperintah oleh penguasa dari budak Habsyi. Sesungguhnya, siapa saja di antara kalian yang masih hidup sepeninggalku nanti, pasti melihat banyak perselisihan, maka wajib atas kalian untuk tetap berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafaurrosyidin yang mendapat petunjuk, peganglah sunnah itu dan gigitlah dengan gigi geraham (jangan sampai lepas) dan jauhilah perkara-perkara baru yang disusupkan ke dalam agama karena sesungguhnya setiap perkara baru yang disusupkan ke dalam agama itu bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat”. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami’ nomor: 2546)
Dalam hadits ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan jelas menyatakan bahwa penyebab perpecahan umat dan kelemahannya adalah tidak bisa membedakan antara sunnah beliau dan bid’ah yang disusupkan ke dalam ajaran agama. Disamping itu beliau juga memberikan solusinya dengan cara berpegang teguh dan mengamalkan sunnah beliau, yakni ajaran Islam yang murni.
Berangkat dari sinilah, Ahlus Sunnah wal Jamaah berusaha sekuat tenaga untuk mensukseskan gerakan Tashfiyah dan Tarbiyah. Lalu apa yang dimaksud dengan Tashfiyah dan Tarbiyah itu?
Tashfiyah adalah gerakan pemurnian ajaran Islam dengan cara menyingkirkan segala keyakinan, ucapan maupun amalan yang bukan berasal dari Islam. Sedangkan Tarbiyah adalah usaha mendidik generasi muslim dengan ajaran Islam yang murni, yang berdasarkan Al Quran dan Assunnah dengan pemahaman para Shahabat Radliyallahu ‘anhum ajma’in.
Dalam rangka mensukseskan gerakan ini, Ahlus Sunnah wal Jamaah terus menerus memperingatkan umat dari segala bentuk penyimpangan baik berupa kekufuran, kesyirikan, kebid’ahan maupun kemaksiatan, di samping itu juga meluruskan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi baik yang ada di kitab-kitab yang tersebar di kalangan umat maupun pernyataan-pernyataan sesat dari para penyesat. Dan yang termasuk program ini adalah memisahkan antara hadits shahih dengan hadits dha’if, ini semua dinilai sebagai amar ma’ruf nahi munkar yang menjadi kewajiban kita semua.
Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: Menyuruh umat untuk mengikuti sunnah dan melarang mereka dari kebid’ahan termasuk amar ma’ruf nahi munkar dan termasuk amal shaleh yang paling utama”. (Minhajus Sunnah: 5/253)
Semoga dengan gerakan Tashfiyah dan Tarbiyah ini, kaum muslimin sadar dan mau kembali ke agama Islam yang murni sehingga pertolongan Allah turun kepada kita. Wallahul musta’an.
Rujukan:

1. Syarh Al-Ushul As-Sittah, Asy-Syaikh Utsaimin.
2. Tanbih Dzamil Uqul As-Salimah, Asy-Syaikh ‘Ubaid Al-Jabiri
3. Sittu Durar min Ushuli Ahlil Atsar, Asy-Syaikh Abdul Malik Ramdloni.
4. At-Tashfiyyah Wat-Tarbiyyah, Asy-Syaikh Ali Hasan
5. Tafsir Al-Karimir Rahman, Asy-Syaikh As-Sa’di.
6. Qowaid wa Fawaid, Asy-Syaikh Nadlim Muhammad Sulthon.
7. Karamatu Auliya’illah, Al-Imam Al-Lalikai.
8. Al-Furqon Baina Auliya ‘ir rahman wa Auliya’ is syaithan, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.

BIOGRAFI SYEKH ABDUL QODIR JAELANI

Syeikh Abdul Qadir Al Jailani adalah seorang 'alim di Baghdad. Biaografi beliau dimuat dalam Kitab Adz Dzail 'Ala Thabaqil Hanabilah I/301-390, nomor 134, karya Imam Ibnu Rajab Al Hambali. Buku ini belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Imam Ibnu Rajab menyatakan bahwa Syeikh Abdul Qadir Al Jailani lahir pada tahun 490/471 H di kota Jailan atau disebut juga dengan Kailan. Sehingga diakhir nama beliau ditambahkan kata Al Jailani atau Al Kailani atau juga Al Jiliy. Wafat pada hari Sabtu malam, setelah maghrib, pada tanggal 9 Rabi'ul Akhir tahun 561 H di daerah Babul Azaj. Beliau meninggalkan tanah kelahiran, dan merantau ke Baghdad pada saat beliau masih muda. Di Baghdad belajar kepada beberapa orang ulama' seperti Ibnu Aqil, Abul Khatthat, Abul Husein Al Farra' dan juga Abu Sa'ad Al Muharrimi. Beliaubelajar sehingga mampu menguasai ilmu-ilmu ushul dan juga
perbedaan-perbedaan pendapat para ulama'. Suatu ketika Abu Sa'ad Al Mukharrimi membangun sekolah kecil-kecilan di daerah yang bernama Babul Azaj. Pengelolaan sekolah ini diserahkan sepenuhnya kepada Syeikh Abdul Qadir Al Jailani. Beliau mengelola sekolah ini dengan sungguh-sungguh.Bermukim disana sambil memberikan nasehat kepada orang-orang yang ada tersebut. Banyak sudah orang yang bertaubat demi mendengar nasehat beliau. Banyak orang yang bersimpati kepada beliau, lalu datang ke sekolah beliau. Sehingga sekolah itu tidak kuat menampungnya. Maka, diadakan perluasan.
Murid-murid beliau banyak yang menjadi ulama' terkenal. Seperti Al Hafidz Abdul Ghani yang menyusun kitab Umdatul Ahkam Fi Kalami Khairil Anam. Juga Syeikh Qudamah penyusun kitab figh terkenal Al Mughni.
Syeikh Ibnu Qudamah rahimahullah ketika ditanya tentang Syeikh Abdul Qadir, beliau menjawab, " kami sempat berjumpa dengan beliau di akhir masa kehidupannya. Beliau menempatkan kami di sekolahnya. Beliau sangat perhatian terhadap kami. Kadang beliau mengutus putra beliau yang bernama Yahya untuk
menyalakan lampu buat kami. Beliau senantiasa menjadi imam dalam shalat fardhu." Syeikh Ibnu Qudamah sempat tinggal bersama beliau selama satu bulan sembilan hari. Kesempatan ini digunakan untuk belajar kepada Syeikh Abdul Qadir Al Jailani sampai beliau meninggal dunia. 1) Beliau adalah seorang 'alim. Beraqidah Ahlu Sunnah, mengikuti jalan Salafush Shalih. Dikenal
banyak memiliki karamah-karamah. Tetapi banyak (pula) orang yang membuat-buat kedustaan atas nama beliau. Kedustaan itu baik berupa kisah-kisah, perkataan-perkataan, ajaran-ajaran, "thariqah" yang berbeda dengan jalan Rasulullah, para sahabatnya, dan lainnya. Diantara perkataan Imam Ibnu Rajab ialah, " Syeikh Abdul Qadir Al Jailani adalah seorang yang
diagungkan pada masanya. Diagungkan oleh banyak para syeikh, baik 'ulama dan para ahli zuhud. Beliau banyak memiliki keutamaan dan karamah. Tetapi adaseorang yang bernama Al Muqri' Abul Hasan Asy Syathnufi Al Mishri ( orangMesir ) 2) mengumpulkan kisah-kisah dan keutamaan-keutamaan Syeikh Abdul Qadir Al Jailani dalam tiga jilid kitab. Dia telah menulis perkara-perkarayang aneh dan besar ( kebohongannya ). Cukuplah seorang itu berdusta, jika dia menceritakan yang dia dengar. Aku telah melihat sebagian kitab ini, tetapi hatiku tidak tentram untuk beregang dengannya, sehingga aku meriwayatkan apa yang ada di dalamnya. Kecuali kisah-kisah yang telah mansyhur dan terkenal dari selain kitab ini. Karena kitab ini banyak berisi riwayat dari orang-orang yang tidak dikenal. Juga terdapat perkara-perkara yang jauh ( dari agama dan akal ), kesesatan-kesesatan, dakwaan-dakwaan dan perkataan yang batil tidak berbatas.3) semua itu tidak pantas dinisbatkan kepada Syeikh Abdul Qadir Al Jailani rahimahullah. Kemudian aku dapatkan bahwa Al Kamal Ja'far Al Adfwi4) telah menyebutkan, bahwa Asy Syath-nufi sendiri tertuduh berdusta atas kisah-kisah yang diriwayatkannya dalam kitab ini."5) Imam Ibnu Rajab juga berkata, " Syeikh Abdul Qadir Al Jailani rahimahullah memiliki pendapat memiliki pendapat yang bagus dalam masalah tauhid, sifat-sifat Allah, takdir, dan ilmu-ilmu ma'rifat yang sesuai dengan sunnah. Beliau memiliki kitab Al Ghunyah Li Thalibi Thariqil Haq, kitab yang terkenal. Beliau juga mempunyai kitab Futuhul Ghaib. Murid-muridnya mengumpulkan perkara-perkara yang berkaitan dengan nasehat dari majelis-majelis beliau. Dalam masalah-masalah sifat, takdir dan lainnya, ia berpegang dengan sunnah. Beliau membantah dengan keras terhadap orang-orang yang menyelisihi sunnah ." Syeikh Abdul Qadir Al Jailani menyatakan dalam kitabnya, Al Ghunyah, " Dia ( Allah ) di arah atas, berada diatas 'arsyNya, meliputi seluruh kerajaanNya. IlmuNya meliputi segala sesuatu. Kemudian beliau menyebutkan ayat-ayat dan hadist-hadist, lalu berkata " Sepantasnya
menetapkan sifat istiwa' ( Allah berada diatas 'arsyNya ) tanpa takwil (menyimpangkan kepada makna lain ). Dan hal itu merupakan istiwa' dzat Allah diatas arsys."6) Ali bin Idris pernah bertanya kepada Syeikh Abdul Qadir Al Jailani, " Wahai tuanku, apakah Allah memiliki wali ( kekasih ) yang tidak berada di atas aqidah ( Imam ) Ahmad bin Hambal?" Maka beliau menjawab, "
Tidak pernah ada dan tidak akan ada."7)
Perkataan Syeikh Abdul Qadir Al Jailani tersebut juga dinukilkan oleh Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab Al Istiqamah I/86. Semua itu menunjukkan kelurusan aqidahnya dan penghormatan beliau terhadap manhaj Salaf. Sam'ani berkata, " Syeikh Abdul Qadir Al Jailani adalah penduduk kota
Jailan. Beliau seorang Imam bermadzhab Hambali. Menjadi guru besar madzhab ini pada masa hidup beliau."
Imam Adz Dzahabi menyebutkan biografi Syeikh Abdul Qadir Al Jailani dalam Siyar A'lamin Nubala, dan menukilkan perkataan Syeikh sebagai berikut,"Lebih dari lima ratus orang masuk Islam lewat tanganku, dan lebih dari seratus ribu orang telah bertaubat." Imam Adz Dzahabi menukilkan perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan Syeikh Abdul Qadir yang aneh-aneh sehingga memberikan kesan seakan-akan beliau mengetahui hal-hal yang ghaib. Kemudian mengakhiri perkataan, "
Intinya Syeikh Abdul Qadir memiliki kedudukan yang agung. Tetapi terdapat kritikan-kritikan terhadap sebagian perkataannya dan Allah menjanjikan ampunan atas kesalahan-kesalahan orang beriman ). Namun sebagian perkataannya merupakan kedustaan atas nama beliau."( Siyar XX/451 ). Imam Adz Dzahabi juga berkata, " Tidak ada seorangpun para kibar masyasyeikh yang riwayat hidup dan karamahnya lebih banyak kisah hikayat, selain Syeikh Abdul Qadir Al Jailani, dan banyak diantara riwayat-riwayat itu yang tidak benar bahkan ada yang mustahil terjadi ".
Syeikh Rabi' bin Hadi Al Madkhali berkata dalam kitabnya, Al Haddul Fashil, hal.136, " Aku telah mendapatkan aqidah beliau ( Syeikh Abdul Qadir Al Jailani ) didalam kitabnya yang bernama Al Ghunyah.8) Maka aku mengetahui dia sebagai seorang Salafi. Beliau menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah dan aqidah-aqidah lainnya di atas manhaj Salaf. Beliau juga membantah
kelompok-kelompok Syi'ah, Rafidhah, Jahmiyyah, Jabariyyah, Salimiyah, dankelompok lainnya dengan manhaj Salaf."9)
Inilah tentang beliau secara ringkas. Seorang 'alim Salafi, Sunni, tetapi banyak orang yang menyanjung dan membuat kedustaan atas nama beliau. Sedangkan beliau berlepas diri dari semua kebohongan itu. Wallahu a'lam bishshawwab.
Kesimpulannya beliau adalah seorang 'ulama besar. Apabila sekarang ini banyak kaum muslimin menyanjung-nyanjungnya dan mencintainya, maka suatu kewajaran. Bahkan suatu keharusan. Akan tetapi kalau meninggi-ninggikan derajat beliau di atas Rasulullah , maka hal ini merupakan kekeliruan.
Karena Rasulullah n adalah rasul yang paling mulia diantara para nabi dan rasul. Derajatnya tidak akan terkalahkan disisi Allah oleh manusia manapun.
Adapun sebagian kaum muslimin yang menjadikan Syeikh Abdul Qadir Al Jailani sebagai wasilah ( perantara ) dalam do'a mereka. Berkeyakinan bahwa do'a seseorang tidak akan dikabulkan oleh Allah, kecuali dengan perantaranya. Ini
juga merupakan kesesatan. Menjadikan orang yang meningal sebagai perantara, maka tidak ada syari'atnya dan ini diharamkan. Apalagi kalau ada orang yang berdo'a kepada beliau. Ini adalah sebuah kesyirikan besar. Sebab do'a
merupakan salah satu bentuk ibadah yang tidak diberikan kepada selain Allah.
Allah melarang mahluknya berdo'a kepada selain Allah, Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya Disamping ( menyembah ) Allah. ( QS. Al-Jin : 18 )
Jadi sudah menjadi keharusan bagi setiap muslim untuk memperlakukan para 'ulama dengan sebaik mungkin, namun tetap dalam batas-batas yang telah ditetapkan syari'ah.
Akhirnya mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan petunjuk kepada kita sehingga tidak tersesat dalam kehidupan yang penuh dengan fitnah ini.

06/02/12

03/02/12

PROFIL KUA CIMERAK


1.   SEJARAH SINGKAT KUA

a.   Berdiri sejak tahun  1952.
b.   Status Tanah : 331 m2 Luas bangunan : 150 
c.   Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor : …………………………………

d.   Jarak antara KUA Kecamatan dengan :
1). Kantor Kecamatan                        : 0,5  km
2). Kantor Kemenag Kabupaten         : 110 km

e.   Kondisi Geografis
      Luas Kecamatan : 18.778,60 Ha/  ……………..km, yang berbatasan dengan :
1). Sebelah Utara dengan Kecamatan           : Cijulang
2). Sebelah Selatan dengan Kecamatan        : Samudera Indonesia
3). Sebelah Barat dengan Kecamatan           : Pancatengahdan Cikalong Tasikmalaya
4). Sebelah Timur dengan Kecamatan          : Cijulang

  1. Nama-nama Kepala KUA
NO.
N A M A
T M T
A S A L
1
M. Sayuti
- 1952
Cijulang
2
R.M. Ruja’i
1952-1955
Cijulang
3
M.Nawawi
1955-1957
Cijulang
4
Natawirja
1957-1961
Cijulang
5
Abdul Karim
1961-1965
Cijulang
6
 Moch. Holil
1965-1970
Cijulang
7
Achmad Gojali
1970-1975
Cijulang
8
Bachrum
1975-1982
Banjarsari
9
Asikin
1982-1984
Kalipucang
10
Bahrudin
1984-1987
Kawali
11
Kuswa, BA
1987-1991
Pamarican 
12
H. Darja Holil
1991-1993
Kawali
13
I. Kurdi, BA
1993-1996
Banjarsari
14
Ikin Z. Mutaqin
1996-1997
Parigi
15
H.J. Rosyidin, S.Ag
1997-1998
Cimaragas
16
Obang Sobana
1988-1999
Kawali
17
H. Rukin Sudrajat
1999-2000
Pangandaran
18
Drs. H.M. Yazid
2000-2001
Pangandaran
19
AR. Arifin, S. Ag
2001-2005
Cijulang
20
Drs. Saepul Wila
2005-2009
Cimerak
21
Anwar Anshori, S. Ag
2009-2010
Cimerak
22
Drs. H. Saepul Wila, M. Pd.I
2011- sekarang
Cimerak

  1. Visi dan Misi
1). Visi : “Menjadikan KUA sebagai pusat pengembangan Keagamaan Islam yang dijadikan sebagai
              landasan moral dan etika spiritual dalam kehidupan masyarakat”.
2). Misi :         1. Terwujudnya tertib administrasi pencatatan nikah dan rujuk.
                       2. Terciptanya pola pengembangan kemesjidan di KUA
                       3. Terciptanya pelayanan prima di bidang kepenghuluan.
                       4. Terciptanya kerjasama hubungan antar dinas/instansi terkait.
                       5. Terciptanya administrasi perwakafan.
                       6. Terciptanya keluarga sakinah, mawaddah dan rohmah sesuai nilai-nilai Agama Islam.
                       7. Meningkatnya pelayanan informasi tentang Madrasah, Pontren, Haji dan Umroh,
                           Produk Halal, Hisab dan Rukyat.
                       8. Terciptanya administrasi Zakat yang baik.
                       9. Terciptanya KUA sebagai pusat informasi keagamaan.

  1. Kondisi Demografi
1)    Jumlah Kelurahan / Desa             =  11 desa
2)    Jumlah Lingkungan / Dusun         =  48 dusun
3)    Jumlah RW                                   =  89 RW
4)    Jumlah RT                                    = 336 RT
5)    Jumlah Penduduk                         = 46.040 orang
a). Pria                                          = 23.060 orang
b). Wanita                                      = 22.980 orang
  1. Ormas Islam Tingkat Kecamatan :
NO.
NAMA ORGANISASI
ALAMAT
KETUA
1
Nahdhatul Ulama 
Cimerak 
Aj. Oji Sahroji 
2
Muslimat
 Cimerak
Hj. Suaebah Aslamiyah
3
IPHI
 Sukajaya
 KH. Otong Aminudin





2.   STRUKTUR ORGANISASI KUA KECAMATAN :
      (KMA NO. 517 TAHUN 2001)

Kepala                                                            : Drs. H. Saepul Wila, M. Pd.I
Pengawas Pendais                                       : Anwar Sanusi, S. Ag
Penyuluh                                                        : Hilman Saepullah, M. Ag
Tata Usaha                                                    : Dodong Badrujaman, S. HI
Kepenghuluan                                               : Dodong Badrujaman, S. HI
Pembina Zakat dan Wakaf                           : Dodong Badrujaman, S. HI
Pembina Keluarga Sakinah                         : Dodong Badrujaman, S. HI
Pembina Haji                                                 : Dodong Badrujaman, S. HI
Pembina Hisab dan Rukyat                         : Drs. Asep Saepurrohman
Pembina Kemesjidan                                   : Drs. Asep Saepurrohman
Pembina Produk Halal                                 : Drs. Asep Saepurrohman

3.  RINCIAN TUGAS KEPALA KUA DAN PELAKSANA

NO.

NAMA / NIP

JABATAN

RINCIAN TUGAS 
 1.
Drs. H. Saepul Wila, M. Pd.I 
 Kepala
1.     Koordinator keagamaan kecamatan

 NIP. 196506051987031002

2.     Penanggungjawab administrasi kantor.



3.     Melaksanakan tugas yang diberikan atasan



4.     Sebagai PPAIW



5.     Penanggungjawab Kepenghuluan



6.     Penanggungjawab Kemesjidan



7.     Pembina Keluarga Sakinah



8.     Pembina BP4







1.     Melaksanakan tugas atasan



2.     Menyiapkan bahan dan peralatan kerja



3.     Membuat laporan kegiatan



4.     Mengisi buku stock



5.     Penulisan Register dan Kutipan Akta Nikah



6.     Administrasi persuratan

4.  TUGAS POKOK DAN FUNGSI PENGHULU
NO.
NAMA
JABATAN
TUGAS POKOK DAN
PENGHULU
FUNGSI
1.
Dodong Badrujaman, S. HI
 Penghulu Pertama
Tugas Pokok :

NIP. 196407011990031002

1.     Melakukn perencanaan kegiatan kepenghuluan



2.     Ppengawasan pencatatan nikah/rujuk
2.
Drs. Asep Saepurrohman
 Penghulu Pertama
3.     Pelaksanaan pelayanan nikah/rujuk

NIP. 196706122005011004

4.     Penasihatan dan konsultasi nikah/rujuk



5.     Pemantauan pelanggaran ketentuan nikah/rujuk



6.     Pelayanan fatwa hokum munakahat dan bombing-



       an muamalah



7.     Pembinaan keluarga sakinah



8.     Pemantauan dan evaluasi kegiatan kepenghuluan



dan pengembangan kepenghuluan



Fungsi :



1.    Menyelenggarakan statistic dan  dokumentasi



Nikah dan Rujuk



2.    Menyelenggarakan surat menyurat, pengurusan



Surat, kearsipan, pengetikan, dan rumah tangga



Kantor Urusan Agama.



3.    Melaksanakan pencatatan nikah dan rujuk, mengu



rus dan membina Mesjid, Zakat, Wakaf, Baitul Mal



dan Ibadah Sosial, kependududkan  dan pengem-



bangan keluarga sakinah sesuai dengan kebijakan



yang ditetapkan oleh Ditjen BPIH berdasarkan



Undang – Undang.

5.   POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA KECAMATAN
      a. Pegawai KUA Kecamatan
NO.
NAMA
NIP
GOL
PENDD.
JABATAN
1
Drs. H. Saepul  Wila, M.Pd.I 
196506051987031002
III/d 
S2 

Kepala KUA /Penghulu 
2.
Dodong Badrujaman, S. HI 
196407011990031002 
III/b 
S1 
Penghulu Pertama 
3.
Drs. Asep Saepurrohman
196706122005011004
III/b
S1
Penghulu Pertama

      b. Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N)
NO.
NAMA
KEL/DESA
MASA
PEND.
JABATAN
KERJA
LAIN
1
Abdul Majid
Cimerak
9 Thn
SLTA
MUI/UPZ
2
Sajidin
Legokjawa
2 Thn
SLTA
 -
3
Opik Hasanudin
Kertamukti
1 Thn
SLTA
MUI/UPZ
4
H. Masluh, S. Pd.I
Kertaharja
3 Thn
S1
Guru MIS/UPZ
5
Ilan Jaelani
Sindangsari
1 Thn
S1
MUI
6
Alimin
Sukajaya
20 Thn
SLTA
Kaur Kesra/UPZ
7
Kosidin
Mekarsari
6 Thn
SLTA
MUI







      c. Potensi Sumber Daya
NO.
JABATAN
TAHUN
2007
2008
2009
2010
2011
1
Penghulu
 4
2
2
Peg. Adm. KUA
 1
0
3
Honorer KUA
 2
2
4
Waspenda Islam
 1
1
5
Penyuluh Agama Islam
 1
1
6
Penyuluh Agama Honorer
 9
9
7
Pem. Peg. Pencatat Nikah
 11
11 
11 
11 
7
JUMLAH
 29
29 
30 
28 
22
  
     d. Data Peristiwa NR
NO
DESA / KEL
JUMLAH PERISTIWA
2007
2008
2009
2010
2011
N
R
N
R
N
R
N
R
N
R
1
 Cimerak
 33
55 
36 
48 
 -
42
-
2
 Masawah
 50
 -
 45
 -
 54/1
 -
 51/1
 -
48/2
-
3
 Legokjawa
 29
 -
 53/2
 -
 57
 -
 60
 -
45
-
4
Ciparanti
 21
 -
 28/1
 -
 27
 -
 17/1
 -
28
-
5
 Kertamukti
 36
 -
 66
 -
 61
 -
 53
 -
51
-
6
 Kertaharja
 62
 -
 77/1
 -
 73
 -
 104/3
 -
103/1
-
7
Sindangsari
36
-
53
-
60
-
79
-
78/1
-
8
Sukajaya
38
-
43/4
-
51/1
-
56/1
-
59/3
-
9
Batumalang
 11
 -
 28
 -
 29
 -
 21/1
 -
23
-
10
Mekarsari
 25
 -
 53/1
 -
 40
 -
 52
 -
46
-
11
Limusgede
 31
 -
 51
 -
 34/1
 -
 57
 -
51
-












JUMLAH
 372
 -
 552/9
 -
 522/4
 -
 598/7
-
 574/7
-

6.  DATA MADRASAH FORMAL, NON FORMAL DAN PONTREN
     a. Madrasah Formal
NO.
JENJANG
TAHUN
2007
2008
2009
2010
2011
1
Roudhatul Athfal (RA)
 2
 2
 2
 2
7
2
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN)
 1
 1
 1
 1
1
3
Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS)
 8
 8
 8
 8
8
4
Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN)
 1
 1
 1
 2
2
5
Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS)
 2
 2
 2
 2
1
6
Madrasah Aliyah Negeri (MAN)
 -
 -
 -
 -
-
7
Madrasah Aliyah Swasta (MAS)
 1
 1
 1
 1
1
JUMLAH
 15
15 
15 
16
20

      b. Madrasah Non Formal
NO.
JENJANG

TAHUN
2007
2008
2009
2010
2011
1
Madrasah Diniyah Taklimyah ULA
 66
 66
 66
 66
66
2
Madrasah Diniyah Taklimyah WUSTHO
 -
 -

3
Madrasah Diniyah Taklimyah ULYA
 -
 -
 -
 -

JUMLAH
 66
66 
66 
66
66
c.  Pondok Pesantren
NO.
DESA / KEL
JUMLAH PONTREN
2007
2008
2009
2010
2011
 1
 Cimerak
 1
 1
 1
 1
1
 2
 Masawah
 1
 1
 1
 1
1
 3
 Legokjawa
 -
 -
 -
 -
-
 4
Ciparanti
 -
 -
 -
 -
-
 5
 Kertamukti
 -
 -
 -
 -
-
 6
 Kertaharja
 -
 -
 -
 -
-
 7
Sindangsari
 -
 -
 -
 -
-
 8
Sukajaya
 1
 1
 1
 1
1
 9
Batumalang
 1
 1
 1
 1
1
 11
Mekarsari
 -
 -
 -
 -
-
JUMLAH
 4
 4
 4
 4
4



7.   DATA JUMLAH PENDUDUK MENURUT PEMELUK AGAMA
NO
DESA
JUMLAH
PEMELUK AGAMA
PENDUDUK
L
P
ISLAM
KATHOLIK
PROTESTAN
HINDU
BUDHA
1
 Cimerak
         2,084
        2,043
                  4,127




2
 Masawah
         2,220
        2,276
                  4,496




3
 Legokjawa
         2,214
        2,185
                  4,399




4
Ciparanti
         1,083
        1,134
                  2,217




5
 Kertamukti
         2,726
        2,578
                  5,304




6
 Kertaharja
         3,417
        3,286
                  6,703




7
Sindangsari
         2,963
        3,041
                  6,004




8
Sukajaya
         2,228
        2,251
                  4,479




9
Batumalang
         1,515
        1,488
                  3,003




10
Mekarsari
         2,016
        1,999
                  4,015




11
Limusgede
         1,692
        1,782
                  3,474




JUMLAH
24.158
24.063
48.221





8. DATA SARANA IBADAH
     NO.
DESA / KEL
JUMLAH
MASJID
MUSHOLLA
LANGGAR
JML
1
 Cimerak
 6
33 
 41
2
 Masawah
 8
 1
 44
 53
3
 Legokjawa
 8
 3
 20
 31
4
Ciparanti
 4
 2
 9
 15
5
 Kertamukti
 10
 2
 20
 32
6
 Kertaharja
 13
 2
 20
 35
7
Sindangsari
 16
 2
 27
 45
8
Sukajaya
 9
 5
 27
 41
9
Batumalang
 8
 2
 22
 32
10
Mekarsari
 9
 2
 17
 26
11
Limusgede
8
2
14
24
JUMLAH
 99
 25
 253
 377

9.    DATA PONDOK PESANTREN
NO
NAMA
ALAMAT
NAMA
TAHUN
NAMA
JML SANTRI
YAYA-
PESANTREN
PENDIRI
BERDIRI
PIMPINAN
L
P
JML
SAN
 1
Al-Itqon 
Batumalang 
KH. Sahlan Mujahid 
1980 
K. Asep Abdulah Siroj 
 64
87 
151 
-
 2
Nurul Bayan 
Cimerak 
KH. Yusuf Sidiq 
1962 
KH. Endang Jamaluddin 
30 
35 
65 
-
3
Al-Furqon
Sukajaya
KH. Otong Aminudin
2003
KH. Otong Aminudin
18
6
24
Al-Furqon
4
Miftahul Ulum
Masawah
KH. Daholi
1982
Drs. Anis Fuad
20
15
35
-
JUMLAH
 132
143 
275 


10.  DATA JUMLAH MAJELIS TAKLIM DAN TPQ /TPA
        a. Majelis Taklim
NO.
DESA / KEL
JUMLAH MAJELIS TAKLIM
2007
2008
2009
2010
2011
1
 Cimerak
13
13
13
13
13
2
 Masawah
17
17
17
17
17
3
 Legokjawa
10
10
10
10
10
4
Ciparanti
15
15
15
15
15
5
 Kertamukti
12
12
12
12
12
6
 Kertaharja
14
14
14
14
14
7
Sindangsari
14
14
14
14
14
8
Sukajaya
11
11
11
11
11
9
Batumalang
11
11
11
11
11
10
Mekarsari
12
12
12
12
12
11
Limusgede
15
15
15
15
15
JUMLAH
 144
 144
 144
 144
144

        b. TPQ/TPA
NO.
DESA / KEL
JUMLAH TPQ/TPA
2007
2008
2009
2010
2011
1
 Cimerak
 4
 4
 4
 4
 4
2
 Masawah
 9
 9
 9
 9
 9
3
 Legokjawa
 -
 -
 -
 -
 -
4
Ciparanti
1
1
1
1
1
5
 Kertamukti
 -
 -
 -
 -
 -
6
 Kertaharja
 -
 -
 -
 -
 -
7
Sindangsari
 -
 -
 -
 -
 -
8
Sukajaya
 -
 -
 -
 -
 -
9
Batumalang
 -
 -
 -
 -
 -
10
Mekarsari
 1
 1
 1
 1
 1
11
Limusgede
-
-
-
-
-
JUMLAH
15
15
15
15
15

11.  DATA PERKEMBANGAN JAMAAH HAJI
NO.
DESA
PERKEMBANGAN JEMAAH HAJI
2007
2008
2009
2010
2011
1
 Cimerak
 -
2
2
 Masawah
 5
 2
 3
 11
3
3
 Legokjawa
 2
 6
 2
 5
0
4
Ciparanti
 2
 -
 -
 -
0
5
 Kertamukti
 -
 4
 -
 1
0
6
 Kertaharja
 6
 4
 2
 4
3
7
Sindangsari
 12
 7
 -
 7
6
8
Sukajaya
 7
 2
 4
 1
4
9
Batumalang
 2
 4
 6
 4
2
10
Mekarsari
 1
 -
 11
 2
2
11
Limusgede
 -
 -
 -
 4
4







JUMLAH
 37
 31
 34
44
 26

12.  ORGANISASI KEAGAMAAN DI KECAMATAN
NO.
NAMA ORGANISASI
ALAMAT
KETUA
1
MUI 
 Cimerak
 KH. Mochammad Nasir
2
BAZ
 Cimerak
 KH. Komaruddin
3
UPZ
 Cimerak
 H. Jajang Ismail, SE
4
DMI
 Cimerak
 H. Ahmad Jaelani, S.Ag
5
BKPRMI
 Cimerak
 Hasbi Abu Bakar, S. Ag
6
BKMM
 Cimerak
 Hj. Hetti Purnamadewi, S. Pd
7
KKDT
 Cimerak
 Dedi Hardati, S. Pd

13.  DATA PERKEMBANGAN TANAH WAKAF
NO.
DESA
JUMLAH
SDH SERTIFIKAT
BELUM SERTIFIKAT
LOKASI
LUAS
LOKASI
LUAS
AIW
BLM AIW
LOKASI
LUAS
LOKASI
LUAS
1
 Cimerak
22
35.154 
18
20.844 
4
2.310 
-
2
 Masawah
29
 14.818
25
 11.759
4
 3.059
-
 -
3
 Legokjawa
22
 11.086
12
 5.116
10
 5.970
-
-
4
Ciparanti
11
 4.714
11
 4.714
-
 -
-
 -
5
 Kertamukti
10
 5.972
9
 5.647
1
 325
-
 -
6
 Kertaharja
8
 3.710
6
 3.437
2
 273
-
 -
7
Sindangsari
10
 6.950
5
 3.029
5
 3.921
-
-
8
Sukajaya
7
 6.835
2
 1.623
5
5.212
-
-
9
Batumalang
9
 12.764
5
 4.768
4
 7.996
-
-
10
Mekarsari
1
 562
1
 562
-
 -
-
 -
11
Limusgede
7
 3.549
6
 1.989
1
 1.560
-
 -










JUMLAH
136
 94.114
100
 63.488
36
 30.626
-
-

Cimerak, 31 Januari 2012
Kepala KUA Kecamatan Cimerak

                                                                                ttd


Drs. H. Saepul Wila, M. Pd.I
NIP. 196506051987031002

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons